5
(3)

Duo Kapolres ikut hadir pada acara Batagak Penghulu pengukuhan gelar adat kepada 33 ninik mamak Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kab. Lima Puluh Kota di kantor KAN Batu Payung, Sabtu (28/9).

Turut hadir selaku Pucuak undang Bupati Lima Puluh Kota, Irfendi Arbi dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ferizal Ridwan, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo,S.IK.M.H., Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan,S.Ik.,M.H., anggota DPRD Provinsi Sumbar, Syafaruddin DT. Bandaro Rajo,S.H., Ketua KAN Lima Puluh Kota, Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai dan masyarakat se-kenagarian Batu Payuang.

Disaksikan oleh tamu undangan, Forkopimda yang hadir mendapat kehormatan untuk memasangkan deta dan keris kepada perwakilan ninik mamak. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Bupati Lima Puluh Kota, Ketua LKAAM Kab. Lima Puluh Kota dan Ketua KAN Nagari Batu Payung.

Bupati Lima Puluh Kota, Irfendi Arbi mengatakan dalam adat minangkabau, Niniak Mamak memiliki tanggung jawab yang besar terhadap suatu Kaum yang dipimpinnya. Seorang Niniak Mamak dituntut untuk bisa menjaga anak dan kemenakan. “Pergantian Niniak mamak yang telah diatur dalam aturan adat istiadat merupakan kebiasaan turun temurun. Sehingga setiap kaum tetap memiliki seorang pemimpin yang memimpin anak kemenakannya,”ujarnya.

Irfendi juga menghimbau Niniak mamak pemangku adat di Kenagarian Batu Payuang bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan, adat istiadat dan budaya minangkabau di Limapuluh Kota. “Marilah bergandeng tangan, menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga dengan kerja sama tersebut seluruh pembangunan akan dapat kita laksanakan. Mari kiat jaga kemanan, adat istiadat serta budaya kita. Selamat kepada 33 Niniak Mamak yang baru saja dilewakan. Mari kita bersama-sama membangun nagari khususnya Lima Puluh Kota”ulasnya.

Sebelumnya, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Batu Payuang, Aiga Putra Dt Sinaro dalam sambutannya mengharapkan amanah yang diberikan kepada 33 Niniak Mamak dapat dijalankan dengan baik. “Amanah menjadi Penghulu sangatlah berat. Segala tindak tanduk maupun sikap penghulu akan dicontoh oleh orang di nagari. Jadi gunakanlah amanah ini dengan sebaik-baiknya, menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat,”ujarnya.

Sementara, Kapolres Payakumbuh berharap semoga keberadaan ninik mamak yang baru saja dikukuhkan dapat lebih banyak membantu Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Diucapkan selamat kepada 33 ninik mamak atas pengukuhan gelar pusaka. Kusut yang akan menyelesaikan, keruh yang akan menjernihkan. Lestarikan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”, Ujar Kapolres Payakumbuh. (mus newshanter.com/Ap)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.